Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Maret 2020

3 Bahan Alami Penghadang COVID-19 versi Peneliti Indonesia




3 Bahan Alami Penghadang COVID-19 versi Peneliti Indonesia

Seorang dokter dari rumah sakit pengobatan tradisional China (traditional Chinese medicine/TCM) Shijiazhuang menangani seorang warga setempat di Distrik Chang'an di Kota Shijiazhuang, Provinsi Hebei, China, 12 Maret 2020. Sebuah rumah sakit TCM keliling menyediakan layanan kesehatan bagi penduduk setempat di tengah perang melawan Virus corona atau COVID-19. Xinhua/Liang Zidong

Viralkan - Satu lagi bahan alami ditawarkan peneliti Indonesia sebagai penghadang serangan infeksi penyakit virus corona 2019 alias COVID-19, yakni jambu biji daging merah. Opsi ini disodorkan tim peneliti gabungan, multidisiplin, Universitas Indonesia dan IPB University.

Jambu biji menambah daftar bahan alami ataupun herbal yang sebelumnya juga disebut bisa untuk melawan virus corona yakni propolis dan empon-empon. Mereka disebut memiliki senyawa protein maupun zat aktif yang tak ramah virus. Satu di antaranya bahkan diklaim bisa bikin virus corona COVID-19 tergelincir saat menginfeksi sel di paru-paru.

Satu hal yang memembuat ketiganya sama adalah belum ada uji klinis yang dilakukan. Berikut ini bahan-bahan alami tersebut dan penjelasan selengkapnya tentang bagaimana mereka dianggap bisa menjegal COVID-19, virus corona penyebab pneumonia akut, itu mewabah di Indonesia.

JAMBU BIJI DAGING MERAH

Riset gabungan peneliti Universitas Indonesia dan IPB University menyebut senyawa protein pada daging jambu ini paling cocok untuk menghambat virus patogen, termasuk virus corona. Mereka menggunakan metode penelitian bioinformatika yang memanfaatkan basisdata milik Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI.

Ilustrasi jambu biji. Unsplash.com/Gregory Culmer

Basisdata yang tersusun dari 1.377 senyawa herbal itu kemudian dipetakan dan hasilnya dikonfirmasi menggunakan metode pemodelan molekuler untuk dievaluasi aktivitas anti virusnya. Pekerjaan itu memakan waktu seminggu.

Hasilnya, diperoleh beberapa golongan senyawa yang berpotensi untuk menghambat dan mencegah COVID-19 yang menginfeksi manusia. “Golongan senyawa tersebut antara lain hesperidia, rhamnetin, kaempferol, kuersetin dan myricetin yang terkandung dalam jambu biji (daging Buah Merah muda)," kata Fadilah dari Departemen Kimia Kedokteran FKUI.

Hasil penelitian yang sudah didapat diaku masih pada tahap awal dan harus dilakukan penelitian lebih lanjut, yakni uji coba pada sel, hewan dan manusia (klinis).

PROPOLIS

Peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Muhamad Sahlan, yang menyodorkan ini. Pemilik gelar doktor yang telah meneliti tentang propolis selama sembilan tahun tersebut menemukan senyawa propolis yang dihasilkan lebah Tetragonula biroi aff berpotensi menjadi penghambat alami bagi virus mematikan itu untuk bisa menginfeksi sel di paru-paru.

Bentuk dan kekentalan cairan Madu lebah Trigona SP di Peternakan Lebah Madu, Maribaya, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat. 18 September 2014. Lebah penghasil propolis yang kaya khasiat ini tanpa sengat. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

Rujukannya adalah penelitian yang dipublikasi Shanghai Tech University pada Januari 2020. Penelitian dari Shanghai berhasil memetakan struktur protein COVID-19 dan menemukan penyebab virus itu bisa menempel pada sel hidup (dalam hal ini paru-paru manusia). Virus menempel lalu menyuntikkan struktur genetiknya pada sel hidup tersebut untuk berkembang biak.

Untuk memutus aktivitas virus itu, tim peneliti di Shanghai mengembangkan senyawa kimia penghambat bernama N3 sebagai alternatif obat untuk infeksi COVID-19. “Yang menarik, propolis yang saya teliti memiliki sifat menghambat proses menempelnya virus terhadap sel manusia yang mirip dengan senyawa N3 itu," kata Sahlan.

Dengan menggunakan struktur model COVID-19 yang ada, Sahlan menguji senyawa-senyawa propolis yang dihasilkan lebah Tetragonula biroi aff untuk melihat apakah dapat membentuk ikatan pada virus COVID-19 yang sama seperti yang dilakukan oleh senyawa N3. Hasilnya, tiga dari sembilan senyawa yang ada di propolis asli Indonesia memiliki kekuatan menempel yang cukup baik pada virus COVID-19.

Sahlan menuturkan, bila senyawa N3 memiliki nilai -8, senyawa propoplis Sulawesins a memiliki nilai -7,9; Sulawesins b -7,6; dan deoxypodophyllotoxin -7,5. Semakin negatif nilai yang dimiliki menunjukkan semakin besar kemampuan senyawa itu menempel pada virus corona COVID-19. "Hal ini membuat virus tidak dapat menempel pada sel hidup manusia untuk kemudian berkembang biak,” ujar Sahlan.

EMPON-EMPON (CURCUMIN)

Tim peneliti di Professor Nidom Foundation (PNF) sedang menguji formula curcumin, zat aktif dalam rimpang atau empon-empon, untuk melawan patogen (virus, bakteri, dan parasit) pada hewan. Terbuka kemungkinan untuk mengujinya pula sebagai obat infeksi virus corona COVID-19 yang saat ini sedang mewabah dari Cina ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Ilustrasi teh curcumin. shutterstock.com

Harapannya, akan bisa diketahui formulasi-formulasi itu cocok dengan patogen apa. Menurut Chaerul Anwar Nidom, ini dalam rangka menyiapkan evident base (bukti ilmiah) bahwa empon-empon bisa digunakan untuk mengendalikan badai sitokin baik yang disebabkan oleh COVID-19 atau virus corona lainnya.

Nidom menyatakan riset praklinis dengan curcumin pernah dilakukannya terhadap virus corona penyebab flu burung atau yang lebih dikenal sebagai virus H5N1. Memang belum terhadap COVID-19 tapi dia yakin efektivitasnya tak berbeda. Formulasi Curcumin, seperti yang juga ada di teh putih dan cokelat yang pahit terbukti efektif menangkal virus flu burung yang menurutnya, "Keganasannya melebihi virus COVID-19 saat ini."

Cina Gunakan Obat Arthtritis (radang sendi) untuk Lawan Virus Corona




Cina Gunakan Obat Arthtritis (radang sendi) untuk Lawan Virus Corona

Obat Actemra buatah Roche ini biasa digunakan untuk mengobati penyakit arthtritis, yang menyebabkan radang persendian. Roche




Viralkan – Pemerintah Cina bakal menggunakan obat arthritis buatan perusahaan farmasi Roche Holding untuk mengobati pasien terinfeksi virus Coronaatau COVID-19, yang berada dalam kondisi parah.

Obat bernama Tocilizumab dijual dengan nama dagang Actemra oleh perusahaan farmasi raksasa asal Swiss itu. Obat ini biasa digunakan untuk mengobati radang persendian. 

“Obat ini bisa diresepkan untuk pasien terinfeksi virus Corona yang berada dalam kondisi sakit paru-paru parah,” begitu dilansir Channel News Asia pada Rabu, 4 Maret 2020.

Komisi Kesehatan Nasional Cina atau NHC mengatakan pasien yang mengalami kerusakan paru-paru parah biasanya memiliki tingkat protein Interleukin 6 yang tinggi. Ini mengindikasikan adanya inflamasi dan gangguan imunitas tubuh.

ADVERTISEMENT

Menurut penjelasan dari Roche, obat Actemra bisa membantu mengurangi inflamasi terkait Interleukin 6.

Meski begitu obat Actemra ini belum mendapat izin untuk dijual di Cina oleh Lembaga Produk Medis Nasional Cina.

Para peneliti Cina baru-baru ini memulai uji klinis tiga bulan untuk obat Actemra dengan melibatkan 188 pasien terinfeksi virus Corona. Uji coba ini berlangsung dari 10 Februari – 10 Mei 2020.

Bisa Jadi Obat Corona Covid-19, dan Manfaat Lain Tanaman Kina


Bisa Jadi Obat Corona Covid-19, dan Manfaat Lain Tanaman Kina

Tanaman kina ini memiliki nama ilmiah Chinchona.

Ilustrasi tanaman kina. (Instagram/@plantasticherbs)

Viralkan - Sebuah studi dari lembaga riset di China dan Amerika Serikat menunjukkan ekstrak klorokuin fosfat pada tanaman kinaefektif menghambat pertumbuhan dan memblokade infeksi corona Covid-19.

Hal ini juga dibenarkan oleh periset asal Universitas Padjajaran, Bandung, Profesor Keri Lestari, yang mengatakan tanaman kina ampuh atasi penyebaran virus corona, selain sebagai obat malaria.

Inilah yang membuat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menginginkan perguruan tinggi di Jawa Barat meriset bukti empiris dari klorokuin fosfat pada tanaman kina.

"Jadi saya mengimbau universitas yang punya periset untuk segera dalam masa urgensi ini melakukan riset-riset yang praktis mengecek apakah yang disampaikan di China dan Amerika ini bisa kita jadikan sebagai upaya atau obat penyembuhan penyakit corona," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung, Kamis (12/3/2020).

Tanaman kina atau Chinchona sudah sejak lama termasuk dalam tanaman obat. Kandungan alkalois kinine di dalam tanaman ini bermanfaat untuk mengobati malaria, menurut data Lembaga Riset Perkebunan Indonesia Kementerian Pertanian.

COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML

Tidak hanya itu, berdasarkan Drugs.com, kina juga digunakan untuk pengobatan demam, kram kaki yang disebabkan oleh kejang pembuluh darah, wasir internal, hingga varises.

Bagian kulit dari kina mengandung sekitar 16% alkaloid quinoline yang sebagian besar terdiri dari kuinin, kuinidin, cinchonine, dan cinchonidine.

Penelitian awal kina

Dalam makalah yang terbit pada Cell Research, ilmuwan di Wuhan Institute of Virology’s State Key Laboratory of Virology, Wuhan, menulis klorokuin dan antivirus remdesivir disebut sangat efektif dalam menghambat replikasi virus corona dalam kultur sel.

Menurut profesor di Emerging Pathogens Institute di Universitas Florida, klorokuin ini kemungkinan dapat dijadikan obat tahap awal.

"Akan sangat baik jika jenis percobaan ini diulangi oleh lebih banyak laboratorium untuk melihat hasil yang sama," tambahnya, dilansir ASBMB.org

Rabu, 04 Maret 2020

Makanan yang bisa bantu atasi migrain




Makanan yang bisa bantu atasi migrain

Jakarta  - Salah satu zat yang bisa membantu mengobati serangan migrain adalah kafein. Namun, berhati-hatilah karena bila berlebihan bukannya migrain menghilang, namun justru memicu gejala sakit kepala. 

The American Migraine Foundation merekomendasikan bahwa orang-orang yang terkena migrain membatasi asupan kafein harian mereka hingga 200 miligram (mg). 

Perlu Anda catat, mengonsumsi kafein secara teratur lebih dari 100 mg sehari merupakan faktor risiko terjadinya sakit kepala.

Selain kafein, makanan seperti roti putih, biskuit dan pir bisa membantu meminimalkan mual selama serangan migrain. Beberapa bahan alami seperti peppermint, jahe juga dapat meredakan gejala migrain.

Kejadian migrain bervariasi dari orang ke orang, jadi ada jenis makanan yang bermanfaat bagi satu orang namun mungkin tidak cocok untuk yang lain.

Menurut Association of Migraine Disorders, kurang dari 30 persen orang yang mengalami migrain mengidentifikasi pemicunya terkait makanan. Dalam kasus yang melibatkan diet, orang dapat menghindari makanan yang bisa memicu migrain dan membantu mengontrol rasa sakit serta mengurangi frekuensi atau tingkat keparahan migrain mereka. 

Cara terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter dan ahli diet untuk menentukan rencana diet pencegahan migrain yang efektif. Demikian seperti dilansir Medical News Today.

Alasan buah pir bagus jadi bagian menu makan rutin Anda


Alasan buah pir bagus jadi bagian menu makan rutin Anda

Jakarta  - Orang bisa memasukkan buah pir dalam makanan harian nya, karena kandungan gizi di dalamnya mulai dari serat, antioksidan dan mineral yang tinggi.

Laman Indian Express menyebut, berbagai faktor seperti usia, pola makan, tingkat aktivitas, dan bahkan gen seseorang berkontribusi pada penyakit kardiovaskular dan diet bisa membuat perbedaan. Pir sebagai sumber flavonoid bisa membantu mengurangi risiko terkena penyakit terkait kardiovaskular.

Buah ini dalam ukuran sedang menyediakan 24 persen kebutuhan asupan serat yang memadai untuk seorang wanita di bawah usia 50 tahun, menurut pihak Pencegahan Penyakit dan Promosi Kesehatan Amerika Serikat.

Biasanya, peradangan terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang lemah. Jumlah serat yang lebih tinggi membantu melawan peradangan serta sembelit karena meningkatkan aktivitas metabolisme tubuh.

Di sisi lain, orang seringkali sering salah mengartikan buah pir secara alami mengandung gula sehingga tidak tepat untuk mengelola diabetes.

Namun, ternyata berdasarkan skala indeks glikemik (yang memberi peringkat makanan berdasarkan bagaimana mereka mempengaruhi kadar gula darah), satu hingga 100 pir berukuran sedang, berada di posisi ke 38, yang membuatnya menjadi makanan glisemik rendah, menurut Journal of Diabetes Care.

Selain itu, buah pir adalah buah yang bebas natrium, bebas lemak dan bebas kolesterol (jahat atau LDL), serta memiliki kandungan air yang tinggi sebagai antioksidan yang mengeluarkan racun.

Senin, 02 Maret 2020

Alasan buah pir bagus jadi bagian menu makan rutin Anda




Alasan buah pir bagus jadi bagian menu makan rutin Anda

Jakarta Orang bisa memasukkan buah pir dalam makanan harian nya, karena kandungan gizi di dalamnya mulai dari serat, antioksidan dan mineral yang tinggi.

Laman Indian Express menyebut, berbagai faktor seperti usia, pola makan, tingkat aktivitas, dan bahkan gen seseorang berkontribusi pada penyakit kardiovaskular dan diet bisa membuat perbedaan. Pir sebagai sumber flavonoid bisa membantu mengurangi risiko terkena penyakit terkait kardiovaskular.

Buah ini dalam ukuran sedang menyediakan 24 persen kebutuhan asupan serat yang memadai untuk seorang wanita di bawah usia 50 tahun, menurut pihak Pencegahan Penyakit dan Promosi Kesehatan Amerika Serikat.

Biasanya, peradangan terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang lemah. Jumlah serat yang lebih tinggi membantu melawan peradangan serta sembelit karena meningkatkan aktivitas metabolisme tubuh.

Di sisi lain, orang seringkali sering salah mengartikan buah pir secara alami mengandung gula sehingga tidak tepat untuk mengelola diabetes.

Namun, ternyata berdasarkan skala indeks glikemik (yang memberi peringkat makanan berdasarkan bagaimana mereka mempengaruhi kadar gula darah), satu hingga 100 pir berukuran sedang, berada di posisi ke 38, yang membuatnya menjadi makanan glisemik rendah, menurut Journal of Diabetes Care.

Selain itu, buah pir adalah buah yang bebas natrium, bebas lemak dan bebas kolesterol (jahat atau LDL), serta memiliki kandungan air yang tinggi sebagai antioksidan yang mengeluarkan racun.

Sabtu, 29 Februari 2020

Studi: Minum Susu Tiap Hari Tingkatkan Risiko Kanker Payudara


Studi: Minum Susu Tiap Hari Tingkatkan Risiko Kanker Payudara


ilustrasi susu (pixabay.com)

Viralkan - Susu dianggap sebagai salah satu sumber protein, kalsium, vitamin, dan mineralnya yang penting bagi tubuh. Tapi minuman ini ternyata juga membawa risiko bagi kesehatan. Sebuah studi menunjukkan bahwa wanita yang minum dua cangkir susu sehari memiliki risiko 80 persen lebih tinggi terkena kanker payudara. 

National Health Service Inggris, seperti dilansir dari laman Daily Mail, Jumat, 28 Februari 2020 merekomendasikan orang dewasa banyak mengonsumsi susu sapi karena kaya akan protein dan kalsium, sementara pedoman diet AS saat ini menyarankan tiga cangkir susu per hari. 

Tetapi para peneliti dari Universitas Loma Linda di California mengatakan rekomendasi tersebut harus ditinjau ulang. Mereka mengamati 53 ribu wanita selama delapan tahun dan mendapati bahwa mengonsumsi sedikit susu setiap hari dikaitkan dengan peningkatan prevalensi kanker payudara. 

Sepertiga cangkir, setara dengan latte kecil, dikaitkan dengan peningkatan risiko 30 persen, sedangkan untuk secangkir penuh sehari (240 ml) adalah 50 persen. Bagi mereka yang minum dua hingga tiga gelas per hari, risikonya bisa melonjak antara 70 dan hingga 80 persen.

ADVERTISEMENT

Penelitian merupakan observasional dan tidak dapat membuktikan penyebabnya. Tapi para ilmuwan yakin bahwa hormon yang ada dalam susu sapi yang memicunya.

Sebuah penelitian besar terhadap lebih dari 400 ribu orang menyarankan bahwa mengonsumsi lebih banyak susu, keju, dan yoghurt dapat mengurangi risiko jenis stroke yang paling umum. Mengonsumsi susu dapat mengurangi kemungkinan menderita strokedi kemudian hari, kata para peneliti.

Dalam studi terbaru, kebiasaan makan hampir 53 ribu wanita Amerika Utara dievaluasi, semua awalnya bebas kanker dan diikuti selama delapan tahun
Kemudian wanita mengisi kuesioner frekuensi makanan beberapa kali seminggu dan mengingat apa yang mereka makan setiap hari.  

Mereka juga menjawab pertanyaan tentang riwayat kanker payudara di keluarga, penggunaan obat, skrining kanker payudara, dan kondisi medis yang mendasarinya.   

Pada akhir periode penelitian, ada 1.057 kasus kanker payudara baru selama masa tindak lanjut. Tidak ada perbedaan dalam risiko kanker antara susu penuh, sedikit, atau tanpa lemak. Ketiganya meningkatkan prevalensi penyakit itu.

Penelitian ini tidak menemukan hubungan antara alternatif susu yang bukan dari sapi seperti almond, oat, atau susu kedelai.

Penulis utama Gary Fraser, profesor kardiologi dan nutrisi di Loma Linda University, mengatakan makanan dari susu dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit. Data tersebut meningkatkan kemungkinan bahwa minuman pengganti susu sapi mungkin merupakan pilihan yang optimal.

Bukti dari penelitian ini menunjukkan bahwa orang harus melihat rekomendasi itu (minum tiga cangkir sehari) dengan hati-hati. Studi ini tidak dapat membuktikan hubungan yang cukup kuat antara wanita yang makan banyak keju dan yoghurt. 

Rabu, 19 Februari 2020

Pil KB ternyata bisa memengaruhi kesehatan mental.

Studi: Konsumsi Pil KB Bisa Buat Wanita Sulit Membaca Emosi

Pil KB ternyata bisa memengaruhi kesehatan mental.

Ilustrasi emosi (Pixabay/34680)

ViralkanWanita yang mengonsumsi kontrasepsi oral atau pil KB kemungkinan kesulitan dalam membaca emosi. Hal ini berdasarkan sebuah studi baru. 

Dilansir  dari Metro, efek samping pil KB ini banyak dilaporkan, tetapi biasanya fokus pada hal-hal fisik seperti penambahan berat badan dan sakit kepala.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Neuroscience menunjukkan bahwa itu juga dapat memengaruhi kesehatan mental dan khususnya kemampuan untuk memahami ekspresi wajah.

Para ilmuwan di Universitas Greifswald di Jerman mempelajari 95 wanita sehat berusia antara 18 dan 35-42 yang di antaranya meminum pil KB.

Mereka diperlihatkan gambar daerah di sekitar mata di wajah orang dan diminta untuk memilih dari empat label untuk menggambarkan emosi. Dalam gambar ada satu 'target' emosi, sedangkan tiga label lainnya adalah 'pengacau'.

Ilustrasi pil kb. (Unsplash/Simone Van Der Koelen)

Hasilnya, mereka yang menggunakan pil KB tidak akurat dalam memahami dan membaca emosi. Para penulis mengatakan, ''Meskipun penggunaan pil KB meluas, sangat sedikit yang diketahui tentang efek kontrasepsi oral terhadap emosi, kognisi, dan perilaku.''

Temuan ini menunjukkan bahwa kontrasepsi oral merusak kemampuan untuk mengenali ekspresi emosional orang lain, yang mungkin memiliki konsekuensi serius dalam konteks interpersonal.

''Untuk menyelidiki lebih lanjut efek kontrasepsi oral pada pengenalan emosi, kami menguji apakah wanita yang menggunakan pil KB akan kurang akurat dalam pengakuan ekspresi emosional yang kompleks daripada wanita yang tidak menggunakan,'' ujar peneliti.

Selain itu, mereka mengeksplorasi apakah perbedaan dalam pengenalan emosi akan tergantung pada fase siklus menstruasi wanita atau tidak.

Ilustrasi emosi. (Unsplash/Cayton Heath)

''Kami menemukan bahwa wanita dengan penggunaan kontrasepsi oral memang kurang akurat dalam pengenalan ekspresi kompleks daripada wanita tanpa penggunaan pil KB,'' lanjut mereka.

Setelah diteliti lebih lanjut, perbedaan-perbedaan dalam pengenalan emosi ini rupanya tidak tergantung pada fase siklus menstruasi wanita.

Temuan ini menunjukkan bahwa pil KB merusak pengenalan emosi wanita. Hal ini harus diperhitungkan ketika memberi tahu wanita tentang efek samping penggunaan pil KB.

Minggu, 16 Februari 2020

Studi: Kandungan yang Ada dalam Cokelat Ternyata Ampuh Atasi Darah Tinggi

Studi: Kandungan yang Ada dalam Cokelat Ternyata Ampuh Atasi Darah Tinggi

Ternyata cokelat mengandung bahan kimia yang dapat mengatasi darah tinggi.

Cokelat kaya flavanol yang ternyata ampuh mengatasi darah tinggi. (Shutterstock)

ViralkanMenakjubkan, kandungan yang ada dalam cokelat ternyata ampuh atasi darah tinggi.

Ya, sebuah studi menunjukkan bahwa makan cokelat dengan dosis harian dapat menurunkan tekanan darah lebih baik daripada obat-obatan yang diresepkan, karena cokelat kaya akan bahan kimia yang disebut flavanol

Bahan kimia ini dapat digunakan untuk melawan tekanan darah tinggi yang berbahaya, yang sekarang mempengaruhi satu dari empat orang dewasa dan tujuh dari 10 orang di atas 65 tahun. 

Pemimpin studi Dosen Nutrisi Dr Ana Rodriguez Mateo dari King's College London mengatakan, orang-orang dapat menurunkan tekanan darah mereka dengan memiliki asupan flavanol setiap hari.

"Anda harus makan cokelat dalam jumlah besar untuk mendapatkan tingkat flavanol ini. Tapi jika Anda mencobanya, Anda tidak dapat mendapatkan manfaatnya, karena cokelat juga mengandung banyak lemak dan gula ekstra," beber Ana seperti mengutip Metro.

Namun untuk mendapatkan manfaat baik ini, Anda harus makan banyak cokelat, yang bertolak belakang kini adalah dengan jumlah gula di dalam cokelat yang bisa membatalkan manfaat kesehatannya. 

Jadi, sebagai gantinya Anda dapat mempertimbangkan penggunaan suplemen flavonol kakao.

Studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, melibatkan perbandingan selama sebulan dari pembacaan tekanan darah pada 45 lelaki Jerman sehat berusia 18 hingga 35 tahun. Lelaki itu dibagi menjadi tiga kelompok, yang menggunakan flavanol kakao dosis tinggi, rendah dan pil dummy.

Mereka menemukan bahwa kelompok lelaki yang menggunakan flavanol monomerik (-) - epicatechi dosis tinggi, yang merupakan seperlima dari flavonol kakao, mengalami penurunan tekanan darah tetapi tidak bagi mereka yang menggunakan procyanidin yang lebih banyak jumlahnya. 

Dr Rodriguez Mateo menambahkan, mereka yang menggunakan flavonol kakao dosis tinggi mengalami penurunan tekanan darah rata-rata enam poin. 

"Kami telah melakukan sejumlah penelitian dan bukti lebih kuat untuk orang yang sudah memiliki tekanan darah tinggi, tetapi kami membutuhkan lebih banyak data klinis untuk memastikan. Kami belum mendapatkan uji coba mempelajari orang selama bertahun-tahun, tetapi kami akan menganggap bahwa hasil jangka pendek akan sama selama beberapa tahun," ujar Dr Rodriguez.

Flavanol adalah kelas penting bioaktif makanan yang dapat meningkatkan fungsi vaskular bahkan pada subyek yang sehat.

Mengingat rekomendasi diet masa depan yang potensial untuk asupan flavanol dalam konteks pemeliharaan kesehatan jantung dan pencegahan penyakit, temuan ini sangat relevan. 

"Kami telah bekerja di bidang ini selama bertahun-tahun. Otoritas Keamanan Makanan Eropa (EFSA) telah mengakui bahwa produk kami, Blood Flow+, telah membantu menjaga elastisitas pembuluh darah," kata Dr Miriam Ferrer, juru bicara Cambridge Nutraceuticals, yang memproduksi suplemen flavanol kakao populer.

Ini meningkatkan aliran darah dan mengurangi tekanan darah. Dia melanjutkan, penelitian baru ini juga mendukung kesimpulan EFSA tentang cocoa flavanols. 

Bukan cuma itu, lanjut dia, ini juga mengkonfirmasi temuan lembaga penelitian terkemuka lainnya di seluruh dunia. Profesor Kedokteran Kardiovaskular Kennedy Cruickshank di rumah sakit Guy dan St Thomas di London mengatakan, studi tentang sifat-sifat flavanol adalah bidang yang muncul dengan minat yang cukup besar.

"Mereka tampaknya memiliki efek pada tekanan darah dan sudah saatnya penelitian ini diteruskan ke dunia medis sehingga dapat diuji dengan benar pada pasien," ujar dia.

Itulah penjelasan ilmiah tentang flavanol yang banyak ditemukan pada cokelat, ternyata ampuh mengatasi darah tinggi

Temuan Baru, Plasma Darah Bisa Dijadikan Obat Pasien Virus Corona COVID-19!

Temuan Baru, Plasma Darah Bisa Dijadikan Obat Pasien Virus Corona COVID-19!

Perusahaan produk kesehatan China telah menggunakan plasma darah orang yang pulih dari virus corona untuk membantu sembuhkan pasien lainnya.


Ilustrasi pasien virus corona (Shutterstock)

Suara.com - Perusahaan produk kesehatan milik negara China mengumpulkan plasma darah dari orang-orang yang telah pulih dari infeksi virus corona baru atau COVID-19untuk membantu memulihkan pasien lain yang masih terinfeksi.

Hal ini dilakukan setelah diketahui plasma darah dari orang yang pulih dapat membantu pasien yang sakit kritis.

China National Biotec Group Co mengatakan pada Kamis (13/2/2020) lalu, telah menggunakan plasma ini, yang mengandung antibodi sangat kuat, untuk merawat lebih dari 10 pasien sakit parah sejak 8 Februari.

Mereka mengklaim pasien yang menerima pengobatan ini telah membaik dalam waktu 24 jam, dengan tanda berkurangnya radang dan viral load (jumlah partikel virus). Ini juga bersamaan dengan peningkatan jumlah oksigen dalam darah pasien.

Hingga kini, pembuat obat dan pemerintah China telah berlomba-lomba mengembangkan obat untuk mengurangi penularan yang sejauh ini telah menewaskan 1.669 orang serta menginfeksi 69.000 orang secara global, Minggu (16/2/2020).

Ilustrasi donor plasma darah (Shutterstock)

Tak hanya itu, sejak wabah merebak pada Desember pun, belum ada pengobatan atau vaksin yang disetujui untuk mengurangi penularan virus.

Pasien yang Pulih Menghasilkan Antibodi

"Pasien yang telah pulih dari pneumonia virus corona baru akan menghasilkan antibodi yang dapat membunuh dan menghilangkan virus," kata perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan, dilansir Time.

"Dengan tidak adanya vaksin dan obat yang ditargetkan secara khusus, menggunakan plasma ini adalah cara paling efektif untuk mengobati infeksi dan secara signifikan dapat mengurangi jumlah kematian," tambah mereka.

Komisi Kesehatan Nasional China pun telah menambahkan teknik pengobatan menggunakan plasma ini dalam daftar langkah-langkah perawatan untuk pasien yang sakit kritis dalam pedoman pengobatan terbaru mereka.

Rabu, 12 Februari 2020

Studi: Kekurangan Vitamin D saat Hamil Berisiko Lahirkan Anak dengan ADHD

Studi: Kekurangan Vitamin D saat Hamil Berisiko Lahirkan Anak dengan ADHD


Ilustrasi Attention Deficit Hyperactivity Disorder/ADHD (shutterstock)

Viralkan - Ibu hamil yang kekurangan vitamin D berisiko melahirkan buah hati yang memiliki kondisi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

 Vitamin D atau yang terkadang disebut sebagai 'vitamin sinar matahari' diproduksi di kulit sebagai respons terhadap sinar matahari. Vitamin ini memiliki fungsi penting dan memfasilitasi fungsi sistem kekebalan tubuh yang normal.

Mendapatkan vitamin D dalam jumlah yang cukup adalah hal yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang serta gigi. Selain itu, vitamin D juga meningkatkan resistensi terhadap penyakit tertentu, menurut Healthline.

Jika tubuh tidak mendapatkan cukup vitamin D, tubuh berisiko mengalami kelainan tulang, seperti tulang lunak (osteomalacia) atau tulang rapuh (osteoporosis).

Hal ini juga berlaku bagi ibu hamil.  Mengacu pada penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Academy of Child dan Adolescent Psychiatry, ibu hamil yang kekurangan vitamin D berisiko melahirkan buah hati yang memiliki kondisi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Posisi tidur ibu hamil kembar (Pixabay/alessandraamendess)

Risiko ADHD pada anak yang ibunya mengalami kekurangan vitamin D adalah 34 persen lebih tinggi, dibandingkan dengan anak yang ibunya memiliki cukup vitamin D selama trimester pertama dan kedua.

Para peneliti dari Universitas Turku di Finlandia, melihat data dari 1.067 anak yang lahir antara tahun 1998 dan 1999 yang didiagnosis dengan ADHD di Finlandia. Data dikumpulkan sebelum pemerintah Finlandia merekomendasikan asupan vitamin D sebanyak 10 mikrogram per hari selama kehamilan.

Dalam studi tersebut, para peneliti menggunakan Finnish Maternity Cohort (FMC) yang sangat komprehensif. Itu terdiri dari sekitar dua juta spesimen serum yang dikumpulkan selama trimester pertama dan awal kehamilan kedua.

Penelitian ini menawarkan bukti kuat bahwa tingkat rendah vitamin D selama kehamilan terkait dengan ADHD pada bayi yang dilahirkan, lapor The Heatlh Site.

Para peneliti mengatakan penelitian ini memiliki arti penting bagi kesehatan masyarakat karena ADHD merupakan salah satu penyakit kronis yang paling umum pada anak-anak.

Sabtu, 01 Februari 2020

Vitamin Ini Redakan Stres


Vitamin Ini Diklaim Bisa Redakan Stres

Suplemen bisa dikonsumsi bila diperlukan dan tidak boleh mengganti perawatan medis.


Wanita pusing atau stres (ilustrasi).

-- Stres bisa disebabkan berbagai alasan. Pekerjaan, masalah rumah tangga, atau konflik pribadi bisa mengarah pada kondisi itu.

Cara mengatasinya pun beragam. Salah satu yang direkomendasikan para pakar adalah konsumsi vitamin B.

Dikutip dari laman Express, ritel kesehatan Holland & Barrett mengulas, menambah kadar vitamin B dalam tubuh membantu memperbaiki kondisi emosional. Nutrisi itu berfungsi menyeimbangkan neurotransmitter untuk fungsi otak yang optimal.

Ulasan itu mengutip penelitian Universitas Swinburne, Australia pada 2014. Menurut studi, stres kronis menghabiskan kadarvitamin B6 dalam tubuh. Sementara, peserta yang mengonsumsi tambahan vitamin B stresnya berkurang 20 persen.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam Births Medical Journal pada 2004 menemukan fungsi dari folat. Bentuk vitamin B kompleks yang larut dalam air itu terbukti dapat membantu meningkatkan suasana hati.

Studi itu senada dengan tinjauan oleh Universitas Swansea pada 2013 yang menegaskan  vitamin B dosis tinggi efektif memperbaiki suasana hati. Akan tetapi, perlu diingat ada sejumlah vitamin B yang berbeda untuk membantu mengelola stres.

Vitamin B6 membantu mendukung fungsi otak dan memperbaiki suasana hati. Fungsi lain membantu pembentukan hemoglobin, substansi dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Vitamin B1 menjaga sistem saraf tetap sehat serta meningkatkan memori dan konsentrasi. Vitamin B12 membantu fungsi otak dan perkembangan serta produksi melatonin dan serotonin yang penting untuk tidur nyenyak.

Nutrisi itu sebaiknya didapat dari makanan utuh. Suplemen bisa dikonsumsi bila diperlukan dan tidak boleh menggantikan perawatan medis. Disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum konsumsi suplemen dalam jangka panjang.

Vitamin B6 Jadi Adiksi untuk Sel Kanker


Vitamin B6 Disebut Jadi Adiksi untuk Sel Kanker

Ada jenis kanker yang manfaatkan vitamin B6 untuk percepat pembelahan sel kanker.

Wikimedia

Jenis kanker darah (leukemia) bernama leukemia myeloid akut (AML) diketahui memanfaatkan vitamin B6 untuk mempercepat pembelahan sel kanker (Foto: ilustrasi pasien kanker)

 -- Jenis kanker darah (leukemia) bernama leukemia myeloid akut (AML) diketahui memanfaatkan vitamin B6 untuk mempercepat pembelahan sel kanker. Temuan ini dapat membantu peneliti untuk merancang metode pengobatan baru untuk AML tanpa memengaruhi sel-sel sehat di dalam tubuh.

Saat ini, hanya sepertiga pasien yang diperkirakan bisa bertahan selama lima tahun setelah terdiagnosis dengan AML. Harapan hidup yang rendah ini disebabkan oleh sifat agresif sel kanker AML yang bisa membelah diri dan menyebar lebih cepat dibandingkan kinerja sebagian besar terapi untuk membunuh sel-sel kanker tersebut.

Tim peneliti dari Cold Spring Harbor Laboratory (CSHL) dan Memorial Sloan Kettering Cancer Center (MSK) ingin mencari tahu bagaimana AML bisa berkembang dengan sangat cepat. Untuk itu, tim peneliti berupaya untuk mencati tahu gen-gen apa saja yang mempengaruhi sel-sel kanker AML.

"Kami menemukan lebih dari 230 gen yang sangat aktif di sel-sel leukemia dan kami mengetes gen-gen itu, satu demi satu," ungkap peneliti Lingbo Zhang dari CSHL, seperti dilansir Medical Express, Rabu (29/1).

Dengan menggunakan teknologi perekayasa gen CRISPR, Zhang dan tim mematikan aktivitas dari 230 gen tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah kenonaktifan gen-gen tersebut akan menghentikan sel kanker memperbanyak diri.

Dari sini, tim peneliti menemukan sebuah pola. Di antara 230 gen yang diteliti, ada gen yang dapat memproduksi PDXK. PDXK adalah enzim yang membantu sel-sel untuk menggunakan vitmain B6. Gen ini terbukti memoliki peran yang sangat penting dalam pertumbuhan sel kanker.

"Meski aksi vitamin-vitamin tertentu sebelumnya diketahui berkaitan dengan kanker, hubungan spesifik dengan vitamin B6 yang ditemukan di sini tidak terduga," ujar Pimpinan Cancer Biology and Genetics program di MSK Scott Lowe.

Vitamin B6 pada dasarnya berperan penting dalam metabolisme sel. Vitamin B6 berperan dalam memproduksi energi dan sumber-sumber penting lain untuk pertumbuhan sel.

Seperti diketahui, sel sehat atau sel normal tidak selalu membelah diri sepanjang waktu. Pada sel sehat, enzim PDXK berperan untuk mengatur aktivitas B6 dan memastikan bahwa vitamin tersebut melakukan tugasnya hanya ketika diperlukan. Pada sel sehat, enzim PDXK tidak selalu mendorong vitamin B6 untuk menjadi aktif.

Akan tetapi, dinamika yang berbeda terlihat pada sel kanker. Seperti diketahui, sel kanker membelah diri lebih sering dibandingkan sel normal. Penelitian yang dilakukan Zhang dan tim menemukan bahwa dalam sel-sel kanker AML, enzim PDXK selalu mendorong B6 untuk aktif.

"(Ini menunjukkan) sel-sel leukimia kecanduan vitamin B6. Anda bisa menyebutnya sebagai sebuah kerentanan dari kanker tersebut," jelas Zhang.

Zhang dan tim menekankan bahwa penelitian mereka memang menunjukkan bahwa sel-sel kanker memanfaatkan enzim PDXK untuk meningkatkan aktivitas vitamin B6. Kondisi ini yang kemudian membuat pertumbuhan AML bisa sangat pesat.

Akan tetapi, bukan berarti pasien-pasien kanker pasti akan mendapatkan manfaat bila mengurangi asupan vitamin B6. Zhang menekankan bahwa vitamin B6 tetap dibutuhkan oleh sel-sel sehat untuk terus hidup. Penelitian terbaru ini hanya

Lebih lanjut, Zhang dan tim menilai bahwa pertumbuhan sel-sel kanker AML mungkin dapat dihentikan dengan cara membatasi kemampuan sel-sel kanker tersebut untuk memanipulasi enzim PDXK agar tidak terus-menerus mendorong aktivitas B6 untuk membelah diri. Bila berhasil diwujudkan, cara ini akan menjadi metode terapi untuk menyerang kanker tanpa membahayakan sel-sel sehat yang membutuhkan vitamin B6 untuk tetap bertahan.

Oleh karena itu, Zhang dan tim mengatakan langkah selanjutnya yang akan mereka lakukan adalah mengembangkan obat yang secara spesifik mencegah leukemia untuk mengaktivasi enzim PDXK. Dengan manipulasi cara enzim PDXK mengatur aktivitas B6, obat ini dapat memperlambat dan bahkan menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker tanpa memberikan efek samping yang mungkin terjadi akibat mengeliminasivitamin B6 dari sel-sel sehat.

Selasa, 21 Januari 2020

Kontak Mata dengan Bayi Tingkatkan Kecerdasan Otak



 

Kontak Mata dengan Bayi Tingkatkan Kecerdasan Otak


Ilustrasi bayi berbicara dengan ibunya.

 - Banyak cara dilakukan orang tua untuk menstimulasi kecerdasan bayi dan membantu mereka belajar bicara.

Memperdengarkan musik sejak mereka masih di dalam kandungan, memberi mainan edukatif, membacakan buku, juga tak lupa menyiapkan aneka makanan bergizi agar nutrisi untuk otak terpenuhi.

Namun banyak yang lupa atau tidak menyadari, ada hal sederhana yang tak kalah penting dalam pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan otak, juga kemampuan komunikasi anak: kontak mata. 
Dahulu ilmuwan meyakini, ketika Anda berinteraksi dengan bayi, detak jantung dan emosi Anda akan menjadi sinkron dengan bayi Anda.

Namun ternyata tidak hanya sampai di situ. Studi terbaru para ilmuwan di Cambridge, Inggris, yang dimuat dalam jurnal penelitian ilmiah di Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Amerika Serikat, mengungkap, hal sesederhana kontak mata dengan bayi bermanfaat besar bagi kecerdasan dan kemampuan komunikasi anak.

Dalam penelitian terhadap 36 bayi menggunakan elektroensefalografi (EEG), alat untuk merekam aktivitas elektrik di otak, terlihat bahwa ketika bayi melakukan kontak mata dengan ibu mereka, gelombang otak mereka akan selaras dan menjadi sinkron. Dalam kondisi gelombang otak seperti itu, bayi akan melakukan usaha lebih besar untuk banyak mengeluarkan suara. 
Victoria Leong, yang memimpin penelitian ini, menjelaskan, “Ketika orang tua dan bayi saling menatap, mereka menyampaikan sinyal tentang kesediaan dan keinginan mereka untuk saling berkomunikasi. Mekanisme ini akan mempersiapkan orang tua dan bayi berkomunikasi dengan menyelaraskan kapan harus bicara dan kapan harus mendengar, sehingga membuat proses belajar (bicara) lebih efektif,” kata Leong dalam wawancara dengan The Telegraph.

Selasa, 07 Januari 2020

Peneliti Temukan Cara Membuat Sel Tubuh Manusia Kembali Muda



Peneliti Temukan Cara Membuat Sel Tubuh Manusia Kembali Muda

Peremajaan sel (Foto: RT)

PERTUMBUHAN usia sejalan dengan sel tubuh yang menua. Penuaan pada sel tubuh tentu saja menurunkan kinerja sistem. Maka tak heran bila tak sedikit orang yang melakukan berbagai cara guna mencegah terjadinya penuaan agar tubuh tetap bisa berfungsi dengan baik.

Beruntung, para ilmuwan kini menemukan cara untuk membuat sel tubuh yang sudah tua menjadi muda kembali. Peneliti di University of Exeter dan University of Brighton menemukan cara yang dapat meremajakan sel tua.

Nantinya sel-sel tua itu akan menghentikan siklus pertumbuhan alami sehingga mulai membelah lagi. Eksperimen menemukan, cara ini tak hanya membuat seseorang terlihat lebih muda, tetapi sel tubuh juga berfungsi seperti orang muda.

“Ketika saya melihat beberapa sel dalam percobaan dapat meremajakan diri, saya tidak bisa mempercayainya. Sel tubuh yang menua tersebut terlihat seperti sel muda, bagaikan sihir. Saya kemudian mengulangi percobaan beberapa kali dan dalam setiap percobaan selalu ada sel yang diremajakan. Saya sangat senang dengan implikasi dan potensi penelitian ini," ujar salah seorang peneliti, Dr Eva Latorre seperti yang Okezone kutip dari RT, Selasa (7/1/2020

Penelitian ini didasarkan pada penelitian sebelumnya. Berdasarkan data, terungkap ada gen 'splicing factor' yang mati seiring bertambahnya usia manusia. Para peneliti kemudian mencoba menemukan cara untuk menghidupkan dan menyambungkan kembali gen yang mati itu melalui bahan kimia.

Menurut para peneliti, harapan dari cara ini adalah tubuh akan mengalami lebih sedikit degenerasi sel yang datang seiring dengan penuaan. Dengan begitu, penyakit di usia tua seperti stroke, penyakit jantung, dan penyakit lainnya bisa dikurangi dengan peremajaan sel. Terlebih prevalensi penyakit-penyakit tersebut sekarang ini semakin meningkat.


“Hasil temuan ini menunjukkan ketika sel-sel lama diperlakukan dengan molekul yang mengembalikan tingkat faktor splicing, maka sel-sel tersebut dapat kembali berfungsi seperti sel-sel tua," kata pemimpin tim penelitian, Profesor Lorna Harries.

 Peremajaan sel

Peremajaan sel yang menua dapat pula memperpanjang telomere. Di sisi lain, masih dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk peremajaan sel yang menghambat penuaan. Terutama yang menyangkut penetapan potensi sebenarnya untuk mengatasi efek degeneratif penuaan

Daun bawang, si kecil yang ampuh cegah penyakit jantung



Daun bawang, si kecil yang ampuh cegah penyakit jantung

Ilustrasi daun bawang. shutterstock

   

Viralkan - Daun bawang biasanya paling sering Anda temui sebagai bahan garnish makanan atau penambah aroma makanan. Meski memberikan aroma makanan lebih sedap, sayangnya ada beberapa orang yang tidak suka dengan si kecil ini. Sebab daun bawang dianggap mampu membuat napas dan bau badanjadi bau.

Padahal, tahukah Anda bahwa daun bawang rendah kalori serta kaya vitamin? Dilansir dari boldsky.com, daun bawang kaya akan vitamin A, C, B2 atau timin, dan vitamin K. Selain itu daun bawang juga mengandung tembaga, fosfor, magnesium, kalium, kromium, serta mangan. Itulah sebabnya daun bawang mampu memberikan manfaat super sehat untuk tubuh Anda, termasuk meningkatkan kesehatan jantung.

Masih dari penelitian ini, disebutkan bahwa daun bawang sangat baik untuk kesehatan jantung Anda. "Tingginya kandungan vitamin C di dalam daun bawang membantu dalam mencegah kerusakan DNA sehingga menghambat radikal bebas. Selain itu vitamin C juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dalam tubuh yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung."

"Selain itu kandungan sulfur dalam daun bawang juga mampu mengurangi risiko penyakit jantung koroner

Keju, senjata baru untuk lawan sel kanker

Keju, senjata baru untuk lawan sel kanker

ilustrasi keju. imgarcade.com

ViralkanKeju, makanan yang berasal dari fermentasi susu segar ini telah memberikan banyak ulasan terkait dengan kesehatan. Kali ini para peneliti menambahkan satu daftar manfaat baru makanan lezat ini bagi kesehatan kita. Menurut sebuah penelitian baru yang diterbitkan dalam Journal of Antimicrobial Chemotherapy ini menunjukkan manfaat keju untuk melawan 30 jenis kanker.

Melansir dari medicaldaily.com, studi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Michigan School of Dentistry mengaitkannya dengan pengawet alami dalam keju yang disebut sisin. Ini adalah bubuk berwarna dan berasa yang biasanya tumbuh dalam keju baik jenis brie, camembert dan cheddar dan juga pada beberapa produk susu lainnya.

Sebuah penelitian terdahulu terkait tentang nisin juga pernal dilakukan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa nisin dalam jumlah tinggi memberi efek positif bagi kesehatan mulut. Para peneliti mengukur kuantitas makanan dengan kisaran 0,25-37,4 mg. Melanjutkan temuan tersebut, penelitian terbaru ini menggunakan nisin murni dengan dosis 800mg dalam bentuk milkshake. Milkshake ini kemudian diujicobakan pada tikus yang mengidap tumor leher.



Setelah sembilan minggu, pengobatan nisin ternyata mampu membunuh sekitar 70-80 persen sel-sel kanker. para peneliti juga menemukan bahwa nisin juga membantu melawan bakteri MRSA. Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) adalah bakteri yang menyebabkan infeksi berbahaya dan bahkan bisa sebabkan kematian.

Para peneliti mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada bakteri pada hewan atau manusia yang resistensi terhadap nisin. Ini berarti nisin dapat diuji sebagai jenis pengobatan. Penemuan ini mendukung potensi penggunaan nisin untuk mengobati resistensi antibiotik, penyakit periodontal dan kanker.

Nisin bekerja dengan satu atau dua tembakan, mengikat bakteri dan bekerja sebelum resistensi antibiotik memiliki kesempatan untuk bertindak. Bakteri resistensi antibiotik bisa dikatakan cukup sulit untuk diobati. Nisin dalam hal ini bekerja menghanscurkan koloni bakteri yang bekerjasama untuk menghentikan antibiotik. Dan jika manusia diberikan dalam bentuk milkshake, ini akan memberikan manfaat 20 kali lipat dibandingkan dengan nisin yang ditemukan dalam keju.

Sayangnya, penelitian ini masih diujicobakan pada tikus. Jadi, ini masih terlalu dini untuk memastikan nisin bekerja dengan cara yang sama pada manusia

Minggu, 05 Januari 2020

Wanita Berpayudara Besar Berisiko Alami Flu Lebih Parah, Ini Alasannya

Wanita Berpayudara Besar Berisiko Alami Flu Lebih Parah, Ini Alasannya

Penelitian menemukan wanita dengan payudara besar lebih berisiko mengalami flu parah.

Payudara perempuan. (shutterstock)

Viralkan Wanita yang memiliki dada lebih rata tak perlu minder dengan orang dengan dada berisi. Ternyata bentuk dada seseorang bisa membaca risiko mereka ketika mengalamiflu atau pilek.

Sebuah penelitian, dilansir dari The Sun, menemukan wanita dengan payudara besar justru menderita pilek atau flu lebih buruk daripada mereka yang memiliki dada rata.

Selain itu, wanita berpayudara besar juga lebih berisiko menderita infeksi pernapasan dua kali lebih lama dari yang berdada rata.

Biasanya, wanita yang berdada rata menderita pilek dan batuk hanya berlangsung selama 8 hari. Bahkan, mereka mungkin tidak perlu mengonsumsi antibiotik untuk meredakannya.

Sedangkan wanita dengan payudara besar memiliki kemungkinan 56 kali lebih besar mengonsumsi antibiotik untuk meredakan flu. Kondisi mereka yang lebih buruk saat flu ada kaitannya dengan lemak di payudara.

Ilustrasi menderita flu, pilek dan batuk. (Shutterstock)

Sebuah teori meyakini bahwa lemak pada payudara melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuatnya lebih sulit untuk pulih dari infeksi dada.

Para ilmuwan juga berpikir hormon leptin yang diproduksi di jaringan lemak dan memengaruhi sistem kekebalan tubuh mungkin menjadi penyebabnya.

Hasil survei dari 400 wanita tentang tingkat keparahannya saat flu dan infeksi pernapasan lainnya, mereka mengaku menderita penyakit tersebut dalam kurun waktu 3 tahun.

Kesimpulan dari penelitian Polandia yang diterbitkan dalam jurnal Arc-hives of Sexual Behavior pun menyatakan adanya bukti bahwa ukuran payudara berhubungan positif dengan infeksi pernapasan.

Temuan Terbaru, Rajin Minum Teh Mampu Meningkatkan Kesehatan Otak

Temuan Terbaru, Rajin Minum Teh Mampu Meningkatkan Kesehatan Otak

Secangkir teh setiap hari rupanya memiliki efek kesehatan jangka panjang.

ilustrasi teko, teapot, ketel, minum teh [shutterstock]

ViralkanRajin minum teh selama ini diyakini membawa banyak manfaat baik bagi tubuh. Nah, sebuah studi baru-baru ini mengungkapkan bahwa peminum teh reguler memiliki wilayah otak yang lebih baik dibandingkan dengan bukan peminum teh.

Dilansir dari Science Daily, tim peneliti membuat penemuan ini setelah memeriksa data neuroimaging dari 36 orang dewasa berusia 60 tahun ke atas.

Mereka mengumpulkan data tentang kesehatan, gaya hidup dan kesejahteraan psikologis mereka. Para peserta lansia juga harus menjalani tes neuropsikologis dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Penelitian dilakukan dari 2015 hingga 2018.

Setelah menganalisis kinerja kognitif dan hasil pencitraan peserta, tim peneliti menemukan bahwa individu yang mengonsumsi teh setidaknya empat kali seminggu selama sekitar 25 tahun memiliki daerah otak yang saling berhubungan dengan cara yang lebih efisien. Baik itu teh hitam, teh oolong maupun teh hijau.

Penelitian ini dilakukan bersama dengan kolaborator dari University of Essex dan University of Cambridge, dan diterbitkan dalam jurnal ilmiah Aging pada 14 Juni 2019.

Ilustrasi minum teh panas dan kue atau roti (Pixabay/pompi)

"Hasil kami menawarkan bukti pertama dari kontribusi positif minum teh untuk struktur otak dan menyarankan bahwa minum teh secara teratur memiliki efek perlindungan terhadap penurunan terkait usia dalam organisasi otak," jelas ketua tim Asisten Profesor Feng Lei, yang berasal dari Departemen Kedokteran Psikologi di Sekolah Kedokteran NUS Yong Loo Lin.

Selain kesehatan otak, studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa asupan teh bermanfaat bagi peningkatan suasana hati dan pencegahan penyakit kardiovaskular.

Bahkan, hasil studi longitudinal yang dipimpin oleh Asisten Prof. Feng yang diterbitkan pada 2017 menunjukkan bahwa konsumsi teh setiap hari dapat mengurangi risiko penurunan kognitif pada orang tua sebesar 50 persen.

Senin, 09 Desember 2019

kan Buah Pir Untuk Obati Batuk dan Demam

Makan Buah Pir Untuk Obati Batuk dan Demam

Courtesy ShutterStock.com

Viralkan - Buah pir berasal dari wilayah beriklim tropis terutama di Eropa Barat, Asia dan Afrika Utara. Tanaman buah ini bisa mencapai ketinggian 10-17 meter.

Berkat petani-petani handal, ada beberapa jenis buah pear yang sekarang dijual di pasar buah. Ada pir Eropa, pir yang ditanam oleh petani di Eropa dan Amerika Utara. Ada pir Ya yang juga dikenal sebagai pir Shandong atau pir Hebei dan juga pir Nashi yang umum ditanam di Asia Timur dan dikenal dengan berbagai nama, Sand Pear, Pir Asia, Pir Apel, Pir Jepang, Pir Korea dan Pir Taiwan.

Buah pir sebenarnya sudah dikenal sejak jaman batu. Orang-orang Chineselah yang memperkenalkannya kepada dunia, lewat perdagangan di jalur sutera. Buah pir dianggap sebagai buah mewah dan pemberian dari Tuhan, sehingga buah ini biasa disajikan saat upacara keagamaan.

Menurut nenek moyang, buah pir berfungsi mencegah peradangan, problem saluran pernapasan dan melembabkan paru-paru. Makan buah pir selain rasanya manis, ternyata buah pir ini bermanfaat membantu mengatasi demam dan batuk. Para tabib China bahkan memasukkan buah ini sebagai salah satu obat herbal yang dibutuhkan untuk mempercepat penyembuhan saat sedang sakit, dan memberikannya untuk dikonsumsi para perokok aktif, untuk mencegah kanker paru-paru dan infeksi paru-paru.

Mengobati batuk dan demam

Batuk dan demam biasa menyerang setiap perubahan cuaca dan iklim, terutama apabila kondisi tubuh sedang tidak fit, bakteri mudah sekali menyebabkan demam.

Tak bisa disepelekan, batuk dan demam ini harus diatasi dengan cara-cara yang efektif. Selain minum obat, memperhatikan asupan makanan juga sangat penting. Contohnya saja ada sekitar 66 juta rakyat Amerika yang mengalami problem batuk dan demam, penyakit tersebut tidak selalu diatasi dengan obat antibiotik karena di sana obat antibiotik tidak boleh dengan mudah diberikan di dalam resep obat.

Alhasil, kombinasi dari pengobatan modern dan tradisional menyarankan agar saat batuk atau demam, tubuh diberi asupan nutrisi dari buah pir. Membantu meredakan demam dan batuk, buah ini juga meningkatkan immune tubuh sehingga dapat memerangi bakteri yang ada di dalam tubuh.

Manfaat lain buah pir

Karena kandungan serat yang cukup tinggi, buah pir ampuh untuk membantu mengeluarkan racun serta bakteri dari dalam usus. Mencegah penyakit jantung, mencegah kanker, mengurangi kolesterol serta mencegah diabetes tipe 2.