Selasa, 18 September 2018

Mesin AI Deteksi Sinyal Alien dari Luar Angkasa

Mesin AI Deteksi Sinyal Alien dari Luar Angkasa



Ilustrasi alien. (Foto:Pixabay)

Keberadaan alien masih menjadi misteri. Beberapa meyakini keberadaan mereka namun buktinya masih simpang siur dan dipertanyakan karena tak ada yang pernah benar-benar melihatnya dengan mata kepala.

Guna membantu penelitian tentang keberadaan makhluk luar angkasa tersebut, sekelompok peneliti menciptakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk menemukan bukti kehidupan makhluk tersebut. Hasilnya, AI berhasil mendeteksi 72 sinyal misterius yang berasal dari luar angkasa.



Sistem yang dibangun dalam program Breakthrough Listen ini mendeteksi rentetan semburan sinyal radio (FRB) yang berasal dari penguat sinyal alias 'repeater' FRB 121102 yang berjarak 3 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Biasanya FRB bisa ketahuan saat mengalami ledakan tunggal yang hanya terjadi satu kali. Namun, repeater FRB 121102 hanyalah satu-satunya sumber dari ledakan sinyal yang terjadi secara berulang-ulang, termasuk 21 sinyal yang terdeteksi selama tahun 2017.

Benda-benda langit di luar angkasa. (Foto:Flickr)

Para ilmuwan tidak dapat menjelaskan asal-usul semburan gelombang radio itu, tetapi mereka menduga itu disebabkan oleh bintang neutron, lubang hitam supermasif, atau kemungkinan teknologi yang dibangun oleh peradaban alien yang sudah maju.

Sinyal terdeteksi dengan menggunakan AI, yang bekerja menganalisis data yang sebelumnya pernah dikumpulkan oleh Green Bank Telescope di West Virginia. Semua semburan itu tercipta selama satu jam, menunjukkan bahwa sumber sinyal memiliki periode tenang dan periode sibuk.

“Tidak semua penemuan berasal dari pengamatan baru,” kata direktur eksekutif Breakthrough Initiatives, Pete Worden, seperti dikutip dari Metro.

“Dalam kasus ini, (AI) itu pintar, sebuah pemikiran asli diterapkan pada dataset yang pernah ada. Ini telah menambah pengetahuan kita tentang salah satu misteri yang paling menarik dalam astronomi."

Ilustrasi pemandangan luar angkasa dari bumi. (Foto:Pexels)

Meski demikian, para ilmuwan belum dapat mengidentifikasi proses yang menghasilkan semburan gelombang radio pendek dan tajam, yang berarti tidak memungkinkan untuk memutuskan bahwa mereka tidak dibuat oleh alien.

"FRB tampak begitu terang mengingat durasi semburan sinyal yang cepat dan jarak mereka yang sangat jauh, dan kami belum mengidentifikasi sumber asalnya yang mungkin dengan segala kepercayaan," kata Avi Loeb, peneliti Harvard-Smithsonian Centre, beberapa waktu lalu.

Dengan hadirnya AI, misteri di luar angkasa mungkin akan lebih cepat terungkap, entah itu makhluk asing atau benda antariksa lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar